Di sini, setiap malam
Bisaku hanya merenung.
Merenungkan pertemuan,
Lalu kebodohan yang tumbuh.
Bisaku hanya merenung.
Merenungkan pertemuan,
Lalu kebodohan yang tumbuh.
Aku masih sangat menyukaimu,
Melupakanmu bagiku menghapus setengah dari jiwaku.
Maaf, aku tidak bisa.
Melupakanmu bagiku menghapus setengah dari jiwaku.
Maaf, aku tidak bisa.
Aku sedih
Aku sadar
Aku sakit
Aku sadar
Aku sakit
Kamu tidak perduli
Pagiku adalah kamu
Begitu juga dengan malamku,
Kamu bintang paling terang bagiku.
Kamu bintang paling terang bagiku.
Tapi aku?
Aku hanya lalu bagimu
Aku hanya lalu bagimu
Kamu hanya singgah
Memberikan kenangan indah
Tanpa ingin menyapa kembali
Apa maksudnya Tuhan mempertemukan kamu dan aku?
Aku hanya mendapat luka
Kamu memilih agar aku melupakanmu
Bagaimana bisa?
Bahkan hatiku menjerit tak sanggup.
Pikiranku mencemooh diriku sendiri.
"Bodoh" itu katanya.


0 komentar:
Posting Komentar