Jumat, 08 November 2019

Hati, aku dan pribadiku.

 Entalah, rasanya hati sesukanya saja berubah. Ntah karena kondisi atau karena perasaan.
  Sementara waktu begitu egois untuk tetap berjalan, tanpa sedetikpun berhenti.
  Sikap-sikap yang menunjukkan rasa stress dalam diri membuatku semakin terlihat runyam dan menyedihkan, tentunya hatikupun menjadi kacau.
 Jauh dalam diri yang menurutku begitu menyedihkan, dan begitu rapuh, membuatku tak mampu untuk mengungkap kata secara langsung yang seharusnya mempunyai korelasi dengan hati.
  Hati sangat sulit untuk berkorelasi dengan pikiran, sehingga diriku merasa begitu sangat bingung dalam  mengambil sikap ataupun keputusan.
 Oh ya, aku ini ambivert. Aku berada diantara orang dengan kepribadian ekstrovert dan kepribadian introvert, terkadang menjadi bingung untuk mengerti pribadi seperti apa sebenarnya diriku. Aku menyukai keramaian dan menyukai kesepian sekaligus, itu membuatku bingung, sehingga kesimpulannya adalah aku senang menyendiri dalam keramaian.
  Apakah terlihat menyedihkan? Ya terkadang aku berfikir demikian, namun pada kenyataannya aku memang nyaman tanpa harus berpura pura nyaman.
Aku bingung, terkadang sangat bingung, apakah harus mendatangi tempat ramai atau sepi, karena terkadang aku membenci keramaian, namun dalam waktu berbeda mmembenci rasa sunyi. Tapi aku ga benci kamu kok 😅😂.
Lalu, aku selalu merasa gagal saat menjadi seorang pemimpin, aku merasa bahwa beberapa hal yang aku lakukan tidak pernah tepat sasaran seperti konsep yang begitu meriah di dalam pikiran.
Mempunyai ide dalam kepala dan asik dengan ide ide itu memang menyenangkan, namun merangkai kata untuk menguraikannya yang yang sulit. Sama saja ide itu tidak akan tersalurkan.

IDE -> BAHASA -> DICERNA

Ada ide yang disampaikan melalui bahasa, lalu baru dapat dicerna oleh orang lain.

Yah jadi out of topic wkwkwkw.

Minggu, 17 Maret 2019

Sambil nangis dong gue nulis ini


Untuk Tugas Akhir Psikologi positif, saya menggunakan beberapa cara yang ada pada materi yang telah dilampirkan pada web e-learning. Cara pertama yang saya lakukan adalah cara yang dianggap paling ampuh dari beberapa teknik intervensi, yaitu Three Good Things dan ternyata cara ini benar-benar menyentuh hati saya. Memikirkan hal-hal yang telah berjalan dengan baik selama seharian dan melakukannya selama seminggu. Selama seminggu saya melakukan akttivitas yang sangat menyenangkan, bagaimana saya dapat meluangkan waktu bersama orang-orang yang sebelumnya tidak saya kenal. Saya selalu menanamkan bahwa apa yang telah ditakditrkan dalam hidup bisa datang dan pergi sesuai dengan perintah yang Maha Kuasa. Seminggu tidak terasa begitu sangat cepat, bilamana saya menghabiskan waktu bersama teman-teman komunitas dance yang saya bentuk. Pada awalnya, saya tidak menyangka bahwa komunitas yang saya bentuk dapat berkembang seperti sekarang, tentunya atas bantuan Tuhan dalam hidup saya. Pada saat seminggu itulah saya tidak berhenti untuk memikirkan hal-hal yang begitu indah yang telah saya lalui bersama mereka. Pada tanggal 11 januari 2019, awal yang baru saat saya dan teman-teman komunitas bukanlah lagi hanya sebatas teman satu hobby. Saya merasakan bahwa semakin hari, semakin dekat dan kemudian menjadi seorang saudara bagi mereka. Kami pergi bersama ketempat yang disebut Caffe hanya untuk bercanda gurau dan saling memahami satu sama lainnya. Saya senang saat duduk bersama dengan mereka adalah suatu kebahagian yang begitu indah. Pada tanggal 12 januari 2019, kami seluruh pengurus komunitas (werewolf motus) mengadakan rapat dialun-alun. Saya begitu senang saat saya bisa berbicara dan memimpin rapat dengan baik dengan rasa persaudaraan yang telah terikat didalam diri kami masing-masing, ditambah lagi ada seseorang yang selalu menemani saya saat pertama kali saya membentuk komunitas ini, dia selalu setia bersama saya. Hingga rapat selesai, kami masih saja bercekraman selama beberapa menit untuk saling menceritakan diri masing-masing.
Jadi setelah merenungkan peristiwa yang terjadi selama seminggu ini, saya merasakan bahwa setiap harinya dalam seminggu ini sangat menumbuhkan rasa positif dalam diri saya, bilamana ada 3 peristiwa yang berjalan dalam beberapa hari ini, yaitu:
1.      Saya dapat berbicara dengan baik dan memimpin rapat dengan baik saat melakukan rapat bersama para pengurus
2.      Saya merasa semakin dekat dengan seluruh anggota dan mereka menganggap saya sebaga seorang ketua dan juga seorang kakak
3.      Saya sangat beruntung, bilamana setiap harinya saya selalu ditemani oleh seseorang yang begitu berarti buat saya pribadi dan menjaga saya sebagai seorang adik selama barada di perantauan.
Seperti itulah 3 peristiwa yang berjalan menarik dan baik selama seminggu ini serta peranan saya didalamnya.
Dengan melakukan dan memahami teknik intervensi tersebut, saya merasa bahwa saya dapat berfikir positif dan mendorong diri saya untuk tidak hanya mengandalkan diri saya sendiri atau bahkan orang lain, saya akan selalu mengandalkan Tuhan, karena atas berkat dan rahmat-Nya saya dapat merasakan dan melakukan hal-hal luarbiasa dalam hidup, yang tentunya memiliki makna disetiap waktu yang berlalu. Saya juga jadi lebih bisa merasakan kehangatan dalam persaudaraan dan merasa tidak akan menyia-nyiakan setiap waktu dan cinta yang telah dianugerahkan kepada saya, serta saya jadi tidak mudah stress saat ada masalah-masalah yang mengganggu, karena bagi saya, adalah masalah apabila manusia dalam hidupnya tidak memiliki masalah, karena hal itulah yang sejatunya membuat manusia lebih dewasa cara pandangnya dalam menyelesaikan segala permasalahan mulai dari perkara yang kecil, hingga akhirnya memiliki tanggungjawab untuk menyelesaikan masalah yang besar.

Rabu, 06 Februari 2019

All around my life.

Dahulu, aku kira hidup itu tak cukup berarti indah untuk dijalani. Dahulu, aku rasa hidup adalah masa kelam yang suram. Aku cukup banyak melihat tawa yang nyata namun terlihat semu untuk dikenang, karena pada saat itu mindset ku tentang hidup tidaklah baik. Tuhan Yesus adalah sosok pribadi yang selalu aku ingat dalam perjalanan hidupku. Ya, walau memang aku bukanlah orang yang agamawi, tapi yang selalu aku percaya bahwa Ialah keselamatan itu. Sekarang aku sudah cukup dewasa untuk mengitari indahnya dunia yang Tuhan ciptakan, sudah cukup dewasa untuk membenahi mindset yang salah mengenai hidup. Semua bukanlah hal yang kebetulan terjadi, semuanya rencana Tuhan dalam kehidupanku. Masih ingat banget dulu aku gak lulus snmptn ataupun sbmptn dan aku meminta pertolongan kepada Tuhan. Alhasil, Tuhan mengizinkanku untuk mengambil mata kuliah dijurusan psikologi. Dalam mempelajari ilmu psikologi, aku diajarkan dan dikenalkan bahwa setiap individu itu unik, punya karakternya masing-masing. Hal itu menyadarkan dan dan membuatku lebih bersyukur memiliki Yesus dalan hidupku, bahwa memang aku adalah seseora g yang unik dan istimewa yang ia ciptakan. Saat aku masih dalam tahap sekolah dasar aku memiliki banyak teman yang sangat luarbiasa dan ditahap smp aku mendapatkan hanya sedikit teman dekat, namun aku tau banyak yang mengetahui diriku begitu juga di tahap sma. Tak kala aku sering mendapatkan lemparan kata bahwa aku gak cantik, suaraku jelek, dll. Aku gak tau kenapa mereka menilai seseorng dari fisik. Namun aku sadar, itu hanyalah masalah presepsi. Untuk setiap hiduo yang aku jalani, aku sudah sangat bersyukur untuk diriku sendiri. Aku bersyukur untuk hidup yang boleh aku jalani dan semuanya sangat luarbiasa dan tiap hari menjadi lebih baik.
Aku belajar bahwa hidup itu penuh dengan warna, dan warna apapun yang ada dalam keseharianmu akan lebih indah jika kita menerima  dan mensyukurinya. Bukankah warna abu-abu pun akan indah jika dipadukan dengan setitik warna-warna berbeda? Ya warna-warna yang diciptakan oleh rasa syukur. Jadi, begitulah caraku memandang dunia saat ini.
Good night, ppl. May your life be better everyday. Godbless:)