Entalah, rasanya hati sesukanya saja berubah. Ntah karena kondisi atau karena perasaan.
Sementara waktu begitu egois untuk tetap berjalan, tanpa sedetikpun berhenti.
Sikap-sikap yang menunjukkan rasa stress dalam diri membuatku semakin terlihat runyam dan menyedihkan, tentunya hatikupun menjadi kacau.
Jauh dalam diri yang menurutku begitu menyedihkan, dan begitu rapuh, membuatku tak mampu untuk mengungkap kata secara langsung yang seharusnya mempunyai korelasi dengan hati.
Hati sangat sulit untuk berkorelasi dengan pikiran, sehingga diriku merasa begitu sangat bingung dalam mengambil sikap ataupun keputusan.
Oh ya, aku ini ambivert. Aku berada diantara orang dengan kepribadian ekstrovert dan kepribadian introvert, terkadang menjadi bingung untuk mengerti pribadi seperti apa sebenarnya diriku. Aku menyukai keramaian dan menyukai kesepian sekaligus, itu membuatku bingung, sehingga kesimpulannya adalah aku senang menyendiri dalam keramaian.
Apakah terlihat menyedihkan? Ya terkadang aku berfikir demikian, namun pada kenyataannya aku memang nyaman tanpa harus berpura pura nyaman.
Aku bingung, terkadang sangat bingung, apakah harus mendatangi tempat ramai atau sepi, karena terkadang aku membenci keramaian, namun dalam waktu berbeda mmembenci rasa sunyi. Tapi aku ga benci kamu kok 😅😂.
Lalu, aku selalu merasa gagal saat menjadi seorang pemimpin, aku merasa bahwa beberapa hal yang aku lakukan tidak pernah tepat sasaran seperti konsep yang begitu meriah di dalam pikiran.
Mempunyai ide dalam kepala dan asik dengan ide ide itu memang menyenangkan, namun merangkai kata untuk menguraikannya yang yang sulit. Sama saja ide itu tidak akan tersalurkan.
IDE -> BAHASA -> DICERNA
Ada ide yang disampaikan melalui bahasa, lalu baru dapat dicerna oleh orang lain.
Yah jadi out of topic wkwkwkw.
Sementara waktu begitu egois untuk tetap berjalan, tanpa sedetikpun berhenti.
Sikap-sikap yang menunjukkan rasa stress dalam diri membuatku semakin terlihat runyam dan menyedihkan, tentunya hatikupun menjadi kacau.
Jauh dalam diri yang menurutku begitu menyedihkan, dan begitu rapuh, membuatku tak mampu untuk mengungkap kata secara langsung yang seharusnya mempunyai korelasi dengan hati.
Hati sangat sulit untuk berkorelasi dengan pikiran, sehingga diriku merasa begitu sangat bingung dalam mengambil sikap ataupun keputusan.
Oh ya, aku ini ambivert. Aku berada diantara orang dengan kepribadian ekstrovert dan kepribadian introvert, terkadang menjadi bingung untuk mengerti pribadi seperti apa sebenarnya diriku. Aku menyukai keramaian dan menyukai kesepian sekaligus, itu membuatku bingung, sehingga kesimpulannya adalah aku senang menyendiri dalam keramaian.
Apakah terlihat menyedihkan? Ya terkadang aku berfikir demikian, namun pada kenyataannya aku memang nyaman tanpa harus berpura pura nyaman.
Aku bingung, terkadang sangat bingung, apakah harus mendatangi tempat ramai atau sepi, karena terkadang aku membenci keramaian, namun dalam waktu berbeda mmembenci rasa sunyi. Tapi aku ga benci kamu kok 😅😂.
Lalu, aku selalu merasa gagal saat menjadi seorang pemimpin, aku merasa bahwa beberapa hal yang aku lakukan tidak pernah tepat sasaran seperti konsep yang begitu meriah di dalam pikiran.
Mempunyai ide dalam kepala dan asik dengan ide ide itu memang menyenangkan, namun merangkai kata untuk menguraikannya yang yang sulit. Sama saja ide itu tidak akan tersalurkan.
IDE -> BAHASA -> DICERNA
Ada ide yang disampaikan melalui bahasa, lalu baru dapat dicerna oleh orang lain.
Yah jadi out of topic wkwkwkw.

