Minggu, 05 April 2020

"bodoh" itu katanya


Di sini, setiap malam
Bisaku hanya merenung.
Merenungkan pertemuan,
Lalu kebodohan yang tumbuh.

Aku masih sangat menyukaimu,
Melupakanmu bagiku menghapus setengah dari jiwaku.
Maaf, aku tidak bisa.

Aku sedih
Aku sadar
Aku sakit 

Kamu tidak perduli

Pagiku adalah kamu
Begitu juga dengan malamku,
Kamu bintang paling terang bagiku.

Tapi aku?
Aku hanya lalu bagimu
Kamu hanya singgah
Memberikan kenangan indah 
Tanpa ingin menyapa kembali

Apa maksudnya Tuhan mempertemukan kamu dan aku? 

Aku hanya mendapat luka 

Kamu memilih agar aku melupakanmu
Bagaimana bisa?
Bahkan hatiku menjerit tak sanggup.
Pikiranku mencemooh diriku sendiri. 

"Bodoh" itu katanya.