Minggu, 02 Februari 2020

Hal bodoh

Pada akhirnya, aku melakukan kembali hal-hal bodoh yang dahulu pernah aku lalui.
Aku sudah tau itu akan menyakitiku, tapi tetap saja aku gagal mengontrol perasaanku sendiri.

Lucu dan tidak pernah aku fikirkan sebelumnya.
Semua terjadi tanpa bertanya kepadaku terlebih dahulu.
Hingga pada akhirnya semua rasa ini menjadi pisau yang menikam diriku sendiri.
Aku rasa hatiku tidak hanya di penuhi lubang, tapi ini dirobek begitu nyeri.

Setelah di robek, ada cairan jeruk nipis yang membasahinya.
Iya, perih. Tapi aku tau, itu karena aku berharap terlalu besar.

Aku masih belum menerima kenyataan menyakitkan ini,
Namun lebih cepat lebih baik, agar aku tidak jatuh terlalu dalam.

Aku tau ada yang lebih menyayangiku,
Tapi kenapa perasaanku memilih dirinya?
Apa betul cinta datang dengan misterius?
Tapi walau aku mengalaminya, aku tidak pernah paham
Dan aku tidak percaya.

Ini bagaikan bunga mekar yang di cabut dari taman,
Samakin hari ia akan menjadi layu,
Tapi apakah aku akan menjadi layu secepat itu?

Memang lebih baik bangun cinta dari pada jatuh cinta
Karena yang namanya jatuh adalah hal yang sangat menyakitkan.


Btw, terimakasih sudah mau mampir dicurhatan penuh luka dan mellow ini.
Aku memang lagi kacau saat ini.



Salam dari Jogja di malam yang kelabu di tengah keramaian yang menyenangkan